HOT NEWS
Inovasi terbaru TABIN,  double profit & double safe => SISTEM GANDA (DOUBLE SYSTEM)

TIPS PENTING
Investasi yg OPTIMAL adalah yg dilakukan secara KONSISTEN & KONTINU

Bisnis.com, JAKARTA – Pengamat mengatakan pelaku industri domestik mengeluh jarang mendapat tender pengadaan barang dari pemerintah, menggambarkan pemerintah kurang berpihak kepada para pelaku industri dalam negeri.

Ekonom Indef Eko mengatakan pihaknya banyak mendapatkan keluhan dari para pelaku industri karena jarang mendapat tender dari pemerintah.

“Kami sering konsultasi dengan para pelaku industri, dan yang kami dapat mereka mengeluh jarang mendapat tender dari pemerintah,” katanya kepada Bisnis, Kamis (8/2/2018).

Eko mengatakan proses pengadaan barang, pemerintah sering sekali menginginkan penyelesaian yang cepat dan menginginkan barang yang berkualitas baik dan artinya tidak sembarang vendor dapat menjawab kebutuhan pemerintah tersebut.

“Walaupun secara umum [proses pengadaan] menggunakan vendor , mungkin ada beberapa PT, tetapi karena proyeknya besar, vendornya hanya akan itu itu saja, bahkan cara lelangnya kita tidak tahu,” jelasnya.

Walaupun diluar konteks, Eko mengatakan di beberapa temuan KPK, kasus korupsi ada kaitannya dengan pengadaan barang di pemerintah daerah.

Menurut Eko, pemerintah mempunyai kekuatan yang berat untuk berinovasi dalam membelanjakan keperluannya ke produk hasil industri dalam negeri, demi menghidupkan sektor industri.

“Dengan anggaran yang sangat besar pemerintah mempunyai peluang untuk meningkatkan multiplier effect untuk ekonomi nasional, kalau swasta kan kita tidak bisa minta seperti itu,” jelasnya.

Berdasarkan data Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan, belanja barang pemerintah pada 2014, 2015, dan 2017 adalah masing-masing Rp176 triliun, Rp259 triliun, dan Rp325 triliun.

Adapun Indef memprediksikan belanja barang hingga akhir 2017 melebihi dari Rp400 triliun.

“Jika pemerintah mau membelanjakan 14% (Rp56 triliun) anggaran belanja barang untuk membeli produk dari hasil UMKM saja, maka dampaknya akan sangat besar,” jelas Eko.

Adapun, hitung-hitungan Rp56 trilun tersebut hampir setengah jika dibandingkan dengan subsidi KUR 2018 yang pemerintah targetkan penyaluran senilai Rp120 triliun.

“Pemerintah bisa membeli furniture produk dari dalam negeri, alat kantor, kertas dan lain-lain, yah sebisa mungkin inovatif,” imbuhnya.

Pelaku Industri Domestik Keluhkan Jarang Dapat Tender dari Pemerintah
Loading Facebook Comments ...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.